ma.ittifaqiah.ac.id_ Singkirkan ratusan peserta LKTIN GEBRAK (Gebyar Raya Kimia) 2017. Madrasah Aliyah pondok pesantren Al Ittifaqiah bertengger diurutan 3 terbaik dari 7 peserta finalis yang dinyatakan lolos pemberkasan di Aula Universitas Sriwijaya Indralaya Sumatera Selatan, Sabtu, (5 Agustus 2017). Perlombaan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKI) ini diikuti oleh berbagai SMA, MA dan SMK sederajat se Indonesia. Selanjutnya peserta yang telah dinyatakan lolos menjadi 7 finalis terbaik akan mempresentasikan hasil ilmiahnya pada tanggal 18-19 Agustus 2017 bertempat di Kampus Universitas Sriwijaya.
Saat ditemui tim redaksi Pembimbing sekaligus guru maple Kimia, Ustzah Fenny menyatakan sangat bangga dan puas akan hasil yang didapat oleh anak didiknya. Karena mereka telah mempersiapkan dan memikirkan benda apa yang menarik untuk dijadikan bahan karya ilmiah dan tentunya benda tersebut belum pernah diteliti dan diikut lombakan.
“Awalnya kami mengutus 2 tim dengan topic yang berbeda yakni Pertama Biobriket (Limbah Biji Durian) Sebagai Solusi Alternative Sumber Energy Terbaru dan Kedua Pemanfaatan Limbah Bayam Menjadi Semir Sepatu. Namun hanya tim kedua yang dinyatakan lolos ke final” Ungkapnya.
Dalam beberapa hari terakhir para peserta yang terdiri dari 3 santriwati semakin giat dan mematangkan karya ilmiah mereka. Limbah Bayam yang mereka teliti ternyata ampuh untuk menjadikan sepatu para guru hitam mengkilap seperti baru lagi.  Nampak Khoirunniswah selaku ketua kelompok sedang latihan mempresentasikan dengan powerpoint yang telah mereka buat dari awal dan diikuti oleh kedua anggotanya Iin Fitria dan Uswatun Hasanah. Santriwati yang duduk di kelas XII IPA MA Al ittifaqiah ini sangat yakin bisa meraih hasil terbaik dan mempersembahkan piala kemenangan bagi pondok tercinta.
“Kami bertiga selalu berdiskusi dengan ustzah Fenny selaku pembimbing dan tak lupa seraya berdoa kepada sang maha Semesta. Disisi lain kami juga bangga bisa mewakili pondok dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah elit seperti MAN 2 MODEL MEDAN” Ujar mereka.

author