INDRALAYA- Rabu (17/10), Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestisasi dan sensitisasi terhadap sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Sinonim dari penyakit ini adalah kudis, the itch, gudig, budukan, dan gatal agogo.
Penyakit skabies ini merupakan penyakit menular oleh kutu tuma gatal sarcoptes scabei tersebut, kutu tersebut memasuki kulit stratum korneum, membentuk kanalikuli atau terowongan lurus atau berkelok sepanjang 0,6 sampai 1,2 centimeter.

Akibatnya, penyakit ini menimbulkan rasa gatal yang panas dikulit kemudian muncul bintik-bintik kecil pada kulit tersebut  yang disebabkan oleh garukan, penyakit ini juga sangat mudah menular melalui sentuhan atau saling memakai handuk, baju, batal, seprei dll, bila tidak berhati-hati atau tidak sigap dalam memperhatikan kebersihan badan maupun pakaian maka kutu ini sangat mudah masuk dalam tubuh dan mmenginfeksi kulit. Gejala Tanda dan gejala dari skabies yang umumnya dikeluhkan dapat berupa: Rasa gatal, yang sering kali sangat hebat dan umumnya lebih parah pada malam hari Bekas galian yang tipis dan tidak reguler, yang umumnya berbentuk luka atau benjolan pada kulit Galian umumnya timbul pada area lipatan kulit. Walaupun hampir setiap bagian tubuh dapat terkena, pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, skabies umumnya ditemukan pada: Daerah antara jari-jari, Ketiak, Sekitar pinggang,,Bagian dalam pergelangan tangan, Siku bagian dalam, Telapak kaki, Sekitar payudara, Sekitar genitalia pria, Bokong, Lutut, Selangka punggung.

Pada bayi dan anak yang lebih kecil, infeksi dapat tampak pada: Kepala,  Wajah, Leher, Telapak tangan,Telapak kaki, Pada individu yang pernah mengalami skabies sebelumnya, tanda dan gejala dapat timbul dalam beberapa hari setelah terekspos kuman. Namun, pada individu yang belum pernah mengalami skabies, bisa didapatkan jeda waktu sekitar enam minggu hingga tanda dan gejala mulai timbul. Sangat penting untuk mengingat bahwa skabies dapat ditularkan oleh seorang individu ke individu lain walaupun belum mengalami tanda atau gejala tertentu.

Kutu betina dan jantan berbeda. Kutu betina panjangnya 0,3 sampai 0,4 milimeter dengan empat pasang kaki, dua pasang di depan dengan ujung alat penghisap dan sisanya di belakang berupa alat tajam. Sedangkan, untuk kutu jantan, memiliki ukuran setengah dari betinanya. Dia akan mati setelah kawin. Bila kutu itu membuat terowongan dalam kulit, tak pernah membuat jalur yang bercabang.

Penanganan skabies yang terutama adalah menjaga kebersihan untuk membasmi skabies seperti mandi dengan sabun, sering ganti pakaian, cuci pakaian secara terpisah, menjemur alat-alat tidur, handuk tidak boleh dipakai bersama. Tim kesehatan yang berasal dari  Unsri dan Rumah Sakit Mohammad Husein Palembang mengadakan penyuluhan tentang penyakit kulit skabies, dr,Indah Asri  langsung meriksa dan mengobati sanri MA (Madrasah Aliah) untuk jenis penyakit ini penyebabnya dipengaruhi sebab adanya kutu yang ukurannya kecil tidak bias dilihat dengan telanjang mata dimana kutu tersebut hanya bias dilihat menggunakan alat Miskroskop.

Pencegahan Untuk mencegah terjadinya infeksi berulang dan menghindari infeksi menyebar ke orang lain, beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan, Membersihkan semua pakaian dan kain yang digunakan. Gunakan air hangat dan sabun untuk mencuci semua pakaian, handuk, dan seprai yang digunakan sejak tiga hari sebelum memulai penanganan. Keringkan dengan suhu tinggi. Untuk yang tidak dapat dicuci di rumah, gunakan fasilitas binatu. Untuk benda yang tidak dapat dicuci, masukkan ke dalam plastik yang ditutup dan letakkan pada tempat yang tidak mengganggu selama sekitar dua minggu. Tungau akan terbunuh bila tidak mendapatkan makanan selama beberapa hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

author
 

Tinggalkan pesan "Penyuluhan Skabies Menyerang Segala Usia"

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *