ma.ittifaqiah.ac.id_Matematika, suatu pelajaran yang begitu identik dengan istilah Mikir, Seram, Susah, Pusing dan mengerikan pastinya. Begitu banyak anak-anak, siswa, mahasiswa, karyawan bahkan pejabat sekalipun. Namun mau tak mau pelajaran satu ini harus dijumpai di setiap ada ujian. “Ada gula, ada semut” mungkin itu peribahasa yang cocok buat pelajaran satu ini. Baik itu ujian sekolah dari tingkat kanak-kanak sampai dengan tes masuk perguruan tinggi bahkan di saat kita mau melamar pekerjaan pun matematika mesti kita jumpai. Jadi, Matematika akan kita temui dimanapun ada ujian berlangsung. Hal itu pula yang sedang terjadi di Madrasah Aliyah Al Ittifaqiah Ogan Ilir. Pada Hari ke-2 UN 2017 pelajaran Matematika yang harus ditempuh oleh para santri, Selasa (11/04/2017). Pelajaran yang hanya memiliki 40 butir soal ini. Namun siapa yang bisa menyangkal bahwa itu semua akan sangat menguras energi dan pikiran untuk menjawabnya.

“Puas rasanya ketika sudah bisa menjawab semua soal matematika dan InhsaAllah bisa tidur nyenyak”. ujar Agna santriwati kelas XII I sambil tertawa kecil.

Hal berbeda yang dilakukan oleh adinda santriwati asal Palembang, Yuliati. “Dalam menghadapi UN tahun ini, saya berniat untuk berpuasa selama ujian agar semua keinginan, usaha dan doa saya bisa dipermudah dan dikabulkan pastinya. Serta lulus dengan nilai yang terbaik. Amiin”

Walau nampak sulit dan menyeramkan. Ada sebagian santri yang menganggap pelajaran satu ini menyenangkan bahkan mengasyikan. Karena kalau kita rajin belajar dan mau mencintai pelajaran ini. InshaAllah kita akan bisa menjawab soal-soalnya. Ucap salah satu santriwan anak didik dari ustz Nova Anggraini yang tak mau disebutkan namanya.

Tinggalkan pesan "mencoba mencintai Matematika"

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *